Monday, 30 November -0001 07:07

Perkumpulan DPLK Segera Gelar Sertifikasi

Sebagai komitmen untuk melayani masyarakat, industri DPLK segera menerapkan program sertifikasi tenaga pemasar DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) pada 24 Januari 2018 di Jakarta. Melalui program Sertifikasi DPLK ini diharapkan dapat memastikan standar kompetensi yang tinggi dan berkesinambungan berupa pengetahuan, keterampilan, dan keahlian kepada pengguna jasa, di samping meningkatkan perilaku profesional dalam memberikan layanan terbaik sesuai harapan masyarakat.

 

“Sertifikasi DPLK ini digelar khusus untuk tenaga pemasar dan staf yang bekerja di bidang DPLK. Inilah momentum untuk menentukan standar kompetensi untuk melayani masyarakat akan kebutuhan program pensiun yang memadai. Karena di era milenial, tata kelola DPLK harus lebih berkualitas’ ujar Syarifudin Yunus, Ketua Panitia Sertifikasi DPLK di Sekretariat Perkumpulan DPLK di Jakarta (17/1/2018).

 

Sertifikasi DPLK juga sebagai realisasi dari prinsip perilaku profesional dan kompetensi industri DPLK sesuai amanat POJK No.1/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Spiritnya untuk memenuhi harapan masyarakat akan program pensiun yang mampu menyejahterakan saat masa pensiun tiba.

 

Secara umum, ujina Sertifikasi DPLK akan mencakup materi tentang pengetahuan dasar dan pemasaran DPLK, operasional dan bisnis proses DPLK, investasi dan risk management DPLK hingga regulasi yang harus diketahui dan diimplementasikan dalam bisnis DPLK. Di sampaing itu, para peserta juga disedikan tutorial untuk mendapatkan pengetahuan tambahan terkait dengan Sertifikasi DPLK yang diujikan. Pelaksanaan Sertifikasi DPLK yang untuk kali pertama ini dipersiapkan oleh team panitia, team kurikulum dan verifikasi sertifikasi dari perkumpulan DPLK.

 

 

“Untuk menjaga profesionalisme dan standar mutu bisnis DPLK, program Sertifikasi DPLK sangat diperlukan. Dengan begitu, industri DPLK diharapakan dapat lebih maju dan mampu memberi edukasi kepada pekerja dan masyarakat akan pentingnya program pensiun DPLK” tambah Syarifudin Yunus.

Published in Info & Berita
Sunday, 12 June 2016 12:20

Program Pensiun DPLK

Banyak orang kerja hari ini, tapi sedikit orang kerja yang sudah siap untuk pensiun.

 

Mengapa bisa terjadi?

Karena tidak tersedianya program pensiun di tempat mereka bekerja. Faktanya, masih banyak perusahaan yang belum menyediakan program pensiun bagi karyawannya. Tidak bisa dipungkiri, fakta pensiun di Indonesia menunjukkan: 1) Hanya 5 dari 100 orang yang benar-benar bebas secara finansial di masa pensiun, 2) Hanya 5% dari 120 juta pekerja di Indonesia yang telah memiliki program pensiun, dan 3) Uang tabungan orang Indonesia rata-rata hanya cukup untuk 11 minggu alias 3 bulan ke depan.

 

Karyawan atau pekerja di manapun, di bidang apapun adalah aset penting perusahaan. Maka, sudah seharusnya mereka memperoleh program pensiun yang memadai. Agar masa tua atau masa pensiun mereka terjamin kesejahteraannya. Hal ini juga sesuai dengan amanat UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU No. 11/1992 tentang Dana Pensiun, maka keikutsertaan karyawan atau pekerja dalam program pensiun seharusnya menjadi prioritas semua pihak.

 

Salah satu solusi program pensiun karyawan dapat dilakukan melalui Program Pensiun DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Program Penisun DPLK merupakan program pension iuran pasti yang dirancang untuk menyediakan jaminan masa pensiun seorang karyawan, di saat tidak bekerja lagi. Untuk mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera.

 

Dari segi manfaatnya, Program Pensiun DPLK disediakan untuk menjaga kesinambungan penghasilan karyawan pada masa pensiun dan menjadi solusi keuangan bagi ahli waris/keluarga apabila karyawan meninggal dunia sebelum usia pensiun.

 

Program Pensiun DPLK pada dasarnya memberikan keuntungan bagi PERUSAHAAN dan KARYAWAN. Adapun keuntungan Program Pensiun DPLK, antara lain:

 

Bagi Perusahaan

Bagi Karyawan

1.      Untuk memenuhi kewajiban Pemberi Kerja kepada karyawannya, UU 13/ 2003

2.      Untuk menghindari masalah cash flow perusahaan di kemudian hari

3.      Iuran Pemberi Kerja dapat diakui sebagai biaya sehingga mengurangi pajak Pemberi Kerja

4.      Program DPLK murah dalam segi pembiayaan

5.      Mempertahankan karyawan yang berkualitas

6.      Menjadi added value perusahaan

7.      Besarnya iuran pensiun bersifat fleksibel

1.      Adanya jaminan kesinambungan penghasilan di masa tua/penisun

2.      Pendanaan yang “sudah pasti” dari Pemberi Kerja

3.      Karyawan menjadi disiplin menabung untuk masa pensiun

4.      Iuran karyawan sebagai pengurang Penghasilan Kena Pajak

5.      Hasil investasi bebas pajak sampai dengan manfaat program dibayarkan

6.      Iuran dibukukan langsung atas nama karyawan

7.      Terpisah dari kekayaan perusahaan

 

Untuk menjadi peserta Program Pensiun DPLK dapat dilakukan dengan menyetor iuran penisun secara berkala, sesuai dengan jangka waktu yang dipilih. Iuran pensiun dapat berasal dari perusahaan, karyawan, atau kontribusi keduanya. Besaran iuran dapat mengacu pada nominal uang tertentu atau persentase dari gaji karyawan, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan program pensiun perusahaan Anda.

 

Nantinya, Iuran pensiun yang disetorkan akan dikelola oleh Perusahaan Penyelenggara DPLK sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dananya akan di-investasikan sesuai dengan portofolio investasi yang dipilih karyawan/perusahaan, seperti 1) Pasar uang, 2) Fix Income, 3) Saham, atau 4) Syariah. Hal ini dilakukan agar dana pensiun yang ada dapat berkembang secara optimal.

 

Dengan melihat rendahnya jumlah pekerja atau karyawan yang memiliki program pensiun, saat ini menjadi penting perusahaan memulai untuk menyediakan program pensiun bagi karyawannya. Di saat perusahaan beroperasi normal, saat itulah program pensiun karyawan dapat direalisasikan. Dan untuk penyelenggaranya, tentu dapat diserahkan kepada provider atau perusahaan pengelola DPLK yang ada di pasar.

 

Mari wujudkan masa pensiun yang sejahtera dari sekarang ….#SadarPENSIUN

 

 

Published in Slideshow
Wednesday, 08 June 2016 11:14

Kunjungan Ke Sekretariat Perkumpulan DPLK

Sebagai sentra kegiatan dan administrasi, sekretariat berperan penting. Untuk itu, Pengurus Perkumpulan DPLK melakukan kunjungan ke SEKRETARIAT P-DPLK yang berlokasi Wisma Bumiputera Suite 205, Lantai 2/M Jl. Jend. Sudirman Kav. 75 Jakarta Selatan 12910.

 

Tampak hadir Bapak Abdul Rachman (Ketua P-DPLK), didampingi jajaran pengurus seperti: Septiana Anggraini, Nyoman Nuka, Lucky Setiawan, Syarifudin Yunus, dan AT. Sitorus sebagai Direktur Eksekutif P-DPLK.

 

"Sekretariat itu penting bagi organisasi manapun, sebagai sentral aktivitas dan administrasi. Agar industri DPLK lebih maju di Indonesia, maka perhatian terhadap Sekretariat harus mendapat prioritas" ujar Pak Abdul Rachman di sela obrolan di Sekretariat P-DPLK.

 

Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Indonesia (P-DPLK) pertama kali berdiri pada tahun 1997 sebagai organisasi nirlaba dengan tujuan meningkatkan peran aktif industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) di Indonesia, baik kepada masyarakat, para anggotanya, maupun pemerintah, juga untuk memperjuangkan kepentingan bersama dan mengusahakan kemajuan para anggotanya. Perkumpulan DPLK saat ini terdiri dari 25 anggota, 8 dari perbankan dan 17 dari asuransi jiwa yang merupakan perusahaan penyelenggara DPLK di Indonesia.

 


Kepengurusan perkumpulan DPLK terdiri dari Dewan Pengurus, yang dipilih dalam Rapat Umum Anggota untuk periode 3 (tiga) tahun kepengurusan. Selain Dewan Pengurus, juga terbentuk Dewan Penasehat dan Pelindung untuk Periode 2015-2019. Perkumpulan DPLK berupaya optimal untuk menjalankan visi dan misi-nya dalam membangun industri dana pensiun pada saat ini dan di masa yang akan datang, di samping melakukan edukasi dan kampanye akan pentingnya program pensiun melalui #SadarPENSIUN.

Published in Info & Berita

Industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) memang punya banyak tantangan. Tapi tidak sedikit pula peluang yang tersedia. Melalui organisasi Perkumpulan DPLK (PDPLK), 25 pelaku DPLK terus berjuang dan saling bahu-membahu untuk meningkatkan partisipasi pemberi kerja dan pekerja dalam program pensiun DPLK.

Menyadari tantangan yang ada dan peluang yang sangat besar, PDPLK memandang penting membangun kebersamaan dan soliditas di antara pelaku DPLK. Semangat itulah yang tercermin dalam Rapat Kerja Perkumpulan DPLK dan OJK di Batu Malang, 12-14 Mei 2016.

Tujuannya, untuk meningkatkan pangsa pasar program pensiun DPLK di Indonesia. Karena itu, dalam Raker ini dicanangkan kampanye #SadarPENSIUN sebagai edukasi dan sosialisasi untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera.

Karena dari 120 juta pekerja di Indonesia tidak lebih dari 5% saja yang memiliki program pensiun. Bahkan angka literasi dana pensiun di Indonesia, menurut OJK, berada di kisaran 2%. Hal ini berarti menjadi tantangan PDPLK untuk giat membangun awareness akan pentingnya program pensiun.

PDPLK menyadari untuk membangun pasar DPLK di Indonesia dibutuhkan soliditas antar pelaku DPLK. Karena kebersamaan pasti membuat hal yang sedikit menjadi melimpah.

Dan untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas pelaku DPLK, seusai Rapat Kerja di Batu Malang pun dilakukan berbagai aktivitas outdoor meeting, seperti 1) latihan achieve target di Kebun Apel, 2) latihan survive dan ketekunan dalam memajukan industry DPLK di JatimPark, 3) latihan mengenang sejarah DPLK di Museum Angkut, dan 4) latihan mental berkompetisi dengan sehat di Batu Night Spectacular. Seluruh rangkaian aktivitas tersebut, sungguh ciamik dan pantas menjadi modal kebersamaan di Perkumpulan DPLK.

Dengan bekal kebersamaan dan soliditas, PDPLK yakin dapat menyediakan program pensiun terbaik bagi banyak pemberi kerja, di samping memberi layanan prima kepada nasabah.

Sebagai momentum penting, acara RAKER PDPLK dan Outdoor Meeting semacam ini patut dipertahankan agar kampanye #SadarPENSIUN dapat makin meluas ke masyarakat hingga mencapai puncaknya saat peluncuran PENSION DAY oleh OJK di tahun 2017.

Dalam balutan suasana yang cair dan akrab, anggota PDPLK sangat senang dan kian solid walau melelahkan. Inilah modal terpenting PDPLK dalam memajukan industri dan pasar program pensiun DPLK di Indonesia.

Hingga akhir 2015 lalu, PDPLK telah mengelola aset peserta sebesar Rp. 48 trilyun atau meningkat 26% dibanding tahun sebelumnya. Maka ke depan, pertumbuhan bisnis DPLK akan semakin besar bila didukung kebersamaan dan soliditas sesama pelaku DPLK di pasar.

PDPLK sadar dengan kebersamaan maka industri DPLK akan terus tumbuh dan membuat pelakunya merasa lebih kuat dan akhirnya menjadi betul-betul sangat kuat.

PDPLK dan anggotanya bertekad akan selalu berjuang untuk majunya industri DPLK, di samping memelihara kebersamaan dan soliditas yang sudah terjalin selama ini.

Agar nantinya, bisnis DPLK akan selalu tumbuh dan banyak orang makin #SadarPENSIUN. Program Pensiun, Kalo gak sekarang kapan lagi; Kalo bukan kita siapa lagi?

 

Itulah KEBERSAMAAN di balik RAKER Perkumpulan DPLK. #SadarPENSIUN

Published in Info & Berita

Rapat Kerja Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (PDPLK) hasilkan Kampanye #SadarPENSIUN sebagai spirit edukasi akan pentingnya mempersiapkan masa pensiun, masa di saat tidak bekerja lagi. Pelaku industri DPLK di Indonesia sepakat untuk menjadikan hastag #SadarPENSIUN sebagai kampanye bersama untuk mengajak masyarakat, pemberi kerja, dan pekerja/karyawan memastikan ketersediaan dana yang memadai di saat pensiun. Upaya tersebut hanya dapat dilakukan dengan menjadi peserta program pensiun DPLK. Rapat Kerja PDPLK dan OJK, 12-14 Mei 2016 di Batu Malang dihadiri Asep Suwondo (Direktur Pengawasan Dana Pensiun dan BPJS Ketenagakerjaan OJK) dan dibuka Abdul Rachman (Ketua Perkumpulan DPLK). Tampil sebagai pembicara Steven Tanner, Aktuaris Independen dan Widigdiya Gitaya, Konsultan Pajak.

Untuk diketahui, dari sekitar 120 juta pekerja aktif di Indonesia hanya 5% saja yang telah memiliki program pensiun. Adalah fakta, sebagian besar pemberi kerja dan pekerja/karyawan belum pension minded. Bekerja masih terbatas pada orientasi pemenuhan kebutuhan saat ini, sedangkan kelayakan hidup di masa pensiun belum menjadi prioritas.

"Karena itu, kampanye #SadarPENSIUN menjadi spirit meningkatkan kesadaean masyarakat akan pentingnya masa pensiun. Tingkat Penghasilan Pensiun (TPP) tiap orang Indonesia harus mampu mencapai 70-80% dari gaji terakhir. Jangan sampai setelah pensiun, saat tidak bekerja lagi, banyak pekerja yang tidak bisa hidup layak" ujar Syarifudin Yunus, Humas Perkumpulan DPLK di sela acara RAKER PDPLK.

Ada 2 fakta yang terjadi di kalangan pekerja/karyawan di Indonesia:
1. Tidak pastinya kesinambungan ‘income’ di saat pensiun 
2. Tidak adanya kecukupan dana di hari tua, di masa pensiun sehingga makin banyak orang yang masih tetap bekerja setelah usia pensiun.

Untuk itu, kampanye #SadarPENSIUN ingin mengajak masyarakat agar tidak terlalu konsumtif dan perlu mulai menabung untuk dana pensiun.

#SadarPENSIUN artinya menyiapkan masa pensiun yang tetap sejahtera seperti saat bekerja. #SadarPENSIUN sama pentingnya dengan masa bekerja. Kerja YES, Pensiun OK.

Melalui #SadarPENSIUN, pemberi kerja bersama pekerja/karyawan dapat memulai ikut serta dalam program pensiun sesuai dengan skema yang mereka inginkan, sesuai kebutuhan dan kondisi perusahaan.  

Program Pensiun DPLK merupakan kendaraan yang pas untuk menyiapkan masa pensiun yang sejahtera. Ada banyak keuntungan bila pemberi kerja atau pekerja menjadi peserta program pensiun DPLK. Paling tidak, terjaminnya ketersediaan dana di masa pensiun, saat kita tidak bekerja lagi.

Untuk diketahui, Perkumpulan DPLK melalui 25 DPLK yang ada di Indonesia telah mengelola aset Rp. 48 Trilyun hingga akhir 2015 lalu atau tumbuh 26%.

Setelah kampanye #SadarPENSIUN, Perkumpulan DPLK berharap Pemerintah meluncurkan PENSION DAY sebagai hari kesadaran pentingnya mempersiapkan masa pensiun. Menurut rencana, PDPLK akan meluncurkan kampanye #SadarPENSIUN pada bulan Agustus 2016 di Area Car Free Day Kawasan Hotel Indonesia.

 

Mari kita sadar pensiun karena masa tidak bekerja sama pentingnya dengan masa di saat bekerja. Semoga masyarakat Indonesia tetap giat bekerja, dan di saat yang sama mulai menyiapkan dana untuk masa pensiun..... Salam #SadarPENSIUN.

Published in Slideshow
Hubungi Kami
Wisma Bumiputera, 2nd Floor, Suite 205 Jl. Jend. Sudirman Kav. 75
DKI Jakarta 12910
Indonesia
Phone: 021 - 5713007
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tentang Kami

  • Sejarah Singkat
    Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Indonesia (P-DPLK) atau dikenal dengan Asosiasi DPLK pertama kali berdiri pada tahun 1997 sebagai organisasi…
    Read more