Dekati Sektor Informal, Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Giatkan Literasi dan Inklusi Dana Pensiun Syariah Bersama P3DI

Facebook
LinkedIn
WhatsApp

Jakarta, 28 Oktober 2026 – Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK) terus melakukan kegiatan literasi dan inklusi keuangan, termasuk bagi sektor informal. Kembali menggandeng Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat, dana pensiun syariah pertama di Indonesia yang didirikan oleh PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk, ADPLK melaksanakan kegiatan literasi bagi Perempuan Peduli Pembangunan Daerah Indonesia (P3DI).

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, sekaligus mendukung semarak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan kampanye GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan), ADPLK dan DPLK Syariah Muamalat menyelenggarakan acara “Literasi dan Inklusi Dana Pensiun Syariah Asosiasi DPLK Q4 dan Festival Sumpah Pemuda P3DI”.

Acara yang digelar di Muamalat Tower Jakarta ini mengusung tema “Bangkitlah Perempuan Indonesia, Hidup Sejahtera Membangun Negeri”, dihadiri oleh lebih dari 150 orang anggota P3DI, pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), anggota dan Pengurus ADPLK, pejabat Bank Muamalat, dan undangan lainnya. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Edukasi Dana Pensiun DPLKTV dan disaksikan oleh pada anggota P3DI dari daerah lain.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono mengatakan, keuangan syariah hadir untuk satu tujuan, yaitu kemaslahatan.  “Meskipun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak memiliki usia pensiun, keterbatasan fisik di usia lanjut akan menyebabkan kita harus berhenti mencari nafkah. Selain itu, kita perlu berkeuangan syariah sepenuhnya, apalagi di masa pensiun, karena setiap amalan itu tergantung akhirnya”, ujarnya.

Imam menambahkan, “Bank Muamalat mendirikan DPLK Syariah Muamalat untuk menyediakan program pensiun syariah bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga kami bisa menjadi lifetime financial partner syariah bagi masyarakat. Kesungguhan untuk memberikan kemaslahatan keuangan syariah tersebut dibuktikan oleh Bank Muamalat dengan mendirikan DPLK Syariah Muamalat dan anak usaha yang lain, yaitu Baitulmal Muamalat sebagai lembaga amil zakat nasional dan Muamalat Institute sebagai pusat pendidikan ekonomi syariah di Indonesia.”

Ketua Umum ADPLK, Tondy Suradiredja dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda ini sangat tepat. Digabungkan dengan Festival Sumpah Pemuda P3DI, kegiatan ini sangat tepat dilakukan bersama P3DI, karena perempuan adalah kunci dari ketahanan keluarga, termasuk bagi anak-anaknya para pemuda. Sebagai motor pendorong pembangunan daerah, ibu-ibu anggota P3DI tentu perlu mempersiapkan keuangan, sehinga dapat menikmati masa pensiun dengan berkah dan sejahtera tanpa membebani anak dan cucu dan mencegah sandwich generation.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Retno Woelandari mengatakan saat ini tingkat literasi dan inklusi dana pensiun dan keuangan syariah masih rendah. Indeks literasi dana pensiun masih 22%, sementara yang menjadi peserta baru 5%. Di sisi lain, indeks literasi keuangan syariah sudah mencapai 43%, tetapi indeks inklusinya baru mencapai 13%.

“OJK sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh ADPLK dan DPLK Syariah Muamalat bersama P3DI ini, dengan tema yang sangat kuat untuk mendorong partisipasi perempuan Indonesia dalam pembangunan Indonesia, dengan lebih 60% perempuan Indonesia bekerja di sektor informal. Selain itu, mempersiapkan program pensiun syariah bagi perempuan Indonesia termasuk di sektor informal sangat penting. OJK berhadap kegiatan seperti ini terus dilakukan, sehingga dapat meningkatkan partisipasi program pensiun syariah bagi sektor informal,” Retno menegaskan.

Retno menambahkan, penambahan kepesertaan program pensiun menjadi salah satu fokus OJK. Penyelenggara program pensiun perlu menyediakan produk yang fleksibel dan terjangkau, kanal yang dekat dengan masyarakat, ekosistem yang kompetitif, dan literasi yang berujung inklusi. “Kegiatan hari ini yang diawali literasi dan diakhiri inklusi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara DPLK Syariah Muamalat dan P3DI patut menjadi contoh yang perlu direplikasi oleh industri jasa keuangan,” pungkas Retno.

Ketua Umum P3DI, Sri Sundari dalam keynote speech-nya menyambut Festival Sumpah Pemuda P3DI menyampaikan bahwa berbicara tentang perempuan, berarti berbicara tentang keluarga dan masa depan. Karena itu, setiap perempuan perlu menjadi bagian dari perubahan, termasuk menggelorakan kembali semangat Sumpah Pemuda. Peringatan Hari Sumpah Pemuda hari ini memberikan hikmah bagi kita bahwa persatuan bisa menjadi kekuatan, dengan perbedaan adalah kekayaan yang harus disatukan.

“Perempuan perlu menjadi bagian dari solusi. Dengan anggota dari 38 provinsi di Indonesia, P3DI dapat menjadi bagian dari pendorong pembangunan daerah di Indonesia. Untuk dapat melakukan perjuangan yang berkesinambungan, perempuan Indonesia perlu mempersiapkan masa depan, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk anak-anaknya. Karena itu, program pensiun bagi perempuan Indonesia adalah salah satu solusi untuk tidak membebani para pemuda, anak cucu kita di masa depan. P3DI menyambut baik kerjasama dengan Bank Muamalat dan DPLK Syariah Muamalat yang telah memfasilitas anggota kami untuk mengikuti program pensiun syariah untuk masa depan yang berkah dan sejahtera melalui nota kesepahaman yang ditandatangani hari ini,” Sri menambahkan.

Acara tersebut dilanjutkan dengan seremoni bersama antara OJK, ADPLK, Bank Muamalat, dan P3DI dalam membuka kegiatan Literasi ADPLK dan Festival Sumpah Pemuda P3DI 2026, literasi program pensiun syariah bagi anggota P3DI, dan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding antara DPLK Syariah Muamalat dan Bank Muamalat dengan P3DI. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Aznovri Kurniawan, Executive Director DPLK Syariah Muamalat, Agung Bayu Sulistiono, Region Head Jakarta West Bank Muamalat, dan Sri Sundari, Ketua Umum P3DI. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh bazar UMKM di Muamalat Tower yang dilakukan oleh para anggota P3DI dan difasilitasi oleh Bank Muamalat dan DPLK Syariah Muamalat.

Executive Director DPLK Syariah Muamalat, Aznovri Kurniawan mengatakan bahwa para perempuan Indonesia di sektor informal perlu mempersiapkan keuangan untuk masa pensiun, apalagi dengan usia harapan hidup perempuan Indonesia saat ini yang 74 tahun, lebih tinggi daripada laki-laki, dan tidak adanya program pensiun dan kompensasi pasca kerja wajib seperti di sektor formal. Karena itu, untuk mengurangi ketergantungan kepada anak dan cucu di masa tua, perempuan Indonesia perlu mempersiapkan investasi pensiun. “DPLK Syariah Muamalat sebagai pelopor program pensiun syariah di Indonesia siap membantu perempuan Indonesia dan seluruh lapisan masyarakat untuk mempersiapkan masa pensiun yang berkah dan sejahtera,” tegasnya.

Tentang Asosiasi DPLK (ADPLK)

Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan Indonesia (ADPLK) atau dikenal dengan Asosiasi DPLK, berdiri pada tahun 1997 sebagai organisasi nirlaba yang mewadahi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) di Indonesia. Tujuan utamanya adalah meningkatkan peran serta industri dalam penyelenggaraan program pensiun pekerja, serta memperkuat posisi dan kepentingan para anggotanya dalam ekosistem keuangan nasional.

Kontak Media:

Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan
Phone: (021) 5748 967
Email: sekretariat@pdplk.com
https://pdplk.com/